Minggu-minggu ini cukup sibuk baik di kantor dan di rumah. Di kantor yaaa seperti biasa lah, pekerjaan yang tidak jelas job desc-nya, mungkin memang begitulah seorang interpreter and GA Support, kerjanya borongan, yuk maaaaang…. tareeeek!!!
Di rumah juga cukup sibuk karena Oom Jibran (adik saya yang masih berumur 4 tahun) ternyata didiagnosa mengalami infeksi pada usus yang mengarah pada usus buntu sehingga harus dioperasi pada usia yang sangat dini menurut saya. Jumat 17 Juni 2011 akhirnya mama membawa Jibran ke RS lagi setelah beberapa kali Om Jibran diserang sakit di perutnya pada tempat yang selalu sama yaitu bagian kanan. Setelah 2 kali jenis tes yaitu tes darah dan USG, Jibran didiagnosa infeksi pada usus dan perlu operasi. Tapi mama dan saya waktu itu tidak mau langsung menyetujui itu dan meminta rontgen khusus untuk bagian usus supaya kami lebih teryakinkan.
Sempat terjadi adu urat dengan beberapa suster di rumah sakit itu yang seakan menekan kami untuk langsung menuruti tindakan operasi dari dokter dengan alasan dokter E sudah berpengalaman, tapi saya tetap menguatkan mama supaya kami harus menjadi pasien yang kritis, apalagi mengingat beberapa kasus keteledoran dokter yang makin terungkap beberapa waktu lalu, kami merasa harus teryakinkan bahwa operasi memang adalah jalan terakhir. Walaupun kami juga tahu bahwa usus buntu memang masih misteri fungsinya untuk apa sehingga dipotong pun tidak ada efeknya, tapi tetap saja membayangkan pisau ‘membelek’ perut anak dan adik kami yang masih kecil itu bukan sesuatu yang bisa kami putuskan dengan mudah.
Alhamdulillah Jibran sudah kembali ke rumah, walaupun masih berbaring saja di tempat tidur dan hanya nonton tivi. Diagnosa sementara kemungkinan ini dikarenakan banyak makanan dan asupan yang sebeneranya belum boleh dikonsumsi untuk umur pencernaan Jibran yang tergolong muda, seperti junk food dll. Tapi pastinya harus menunggu dulu hasil lab pemeriksaan untuk tahu apa yang ‘nyangkut’ di usus buntu Om Jibran.
Mama juga sepertinya agak menyesal karena mengijinkan Jibran mencoba makanan dan minuman apa saja, semata karena mitos supaya anak kebal apa saja lumrah diberikan, sepertinya halnya kalau sariwan malah harus makan yang pedes2. Tapi ibu2!! itu salah!! kita harus memberi asupan ke anak mengikuti umurnya karena organnya juga masih berkembang. Gichuuu deeeh. Thank Allah for the healtines and age we have till now..