Arsip untuk Desember, 2009

30
Des
09

明けましておめでとう~

皆!良いお年を!

 

 

Aku nggk buat resolusi apa-apa di tahun yang baru, hanya berharap bahwa segala sesuatunya menjadi lebih baik, dan keberkahan berlimpah di tahun yang baru ini. Amiiiin

29
Des
09

Hamil Update; Mbek Update

Hamil update! Insya Allah mau 4 bulan, mualnya sudah nggak separah sebelumnya, walaupun masih ada eneg2nya. Gejala yang akhir2 ini sering dirasa adalah pusing trus tiba2 lemeees banget, pundak gampang pegal, dan tulang ekor gampang sakit. Apakah ini gejala kurang darah dan kalsium? belum tahu, nanti deh ditanyakan ke Ibu dokter Koesmaryati waktu kontrol lagi. Aku sedih nih, agak nyesal karena nggak total memberikan asupan gizi yang buanyak ke baby. Dipikir-pikir, dalam sehari asupan yang bergizi cuma susu, tapi sayangnya itupun jarang2, palingan sehari sekali, itupun sering mangkir. Maafin ibu ya sayang! ibu bakal usaha maksain deh.

 

Mbek Update! Mbek lagi semangat memperbaiki penampilan rumah sepertinya, 2 minggu lalu semangat nukangin diri sendiri untuk memperbarui cat kanopi garasi, nambal keramik yang copot, trs dipoles lagi pakai cat. Terus, minggu lalu saat aku kembali dari menginap 3 hari d rumah Mama, ternyata ada rumput nempel di halaman, hehe Si Mbek ditinggal 3 hari kemarin ternyata cukup produktif juga, jadi nggak sabar mau lihat rumputnya cepat menyebar dan menghijaukan halaman. Next, aku mau merayu Mbek ah renovasi dapur, perlu sabar menabung sih. Insya Allah kalau dapur bagus kan, masaknya jadi rajin n semangat :p

 

22
Des
09

マイペースの私

マイペース=introvert, asik dengan dunianya sendiri.

Beberapa minggu yang lalu, aku ngobrol2 sama sacho yang akan pulang ke Jepang di bulan Januari nanti, aku nanya mengenai kinerjaku selama ini (buat evaluasi), trus dia bilang secara konten pekerjaan so far okeh2 ajah, tapi pada awalnya dia agak khawatir mengenai hubunganku dengan staff wanita lainnya. Aku langsung nyengir ‘Aman2 aja kok Bos’. Memang di lingkungan kerja yang ini aku memilih untuk jadi pribadi yang kalem.

 

Pertama kali masuk sini, manager HRD-nya menceritakan kondisi pergaulan yang ada, mengenai beberapa kelompok ‘perkawanan’ staff2 cewek disini, tujuan dia menceritakan itu supaya aku nggak terlalu ambil pusing mengenai tipe pergaulan yang seperti itu, fokus pada pekerjaan dan bersikap normal. Hmm, mungkin dulu ada kasus soal kelompok2 ini kali ya, jadinya si manager ngomong begituh. Yang pasti, sugesti awal yang terbentuk padaku adalah ‘ih males bgt sih!!’, mungkin seharusnya aku ga perlu tahu apa2 dulu kali ya, itu akan lebih bisa membuatku ‘normal’. Bener ajah, pas istirahat makan siang di minggu2 pertama, aku mencoba nge-blend dengan satu kelompok wanita, berusaha ikut dalam pembicaraan, tapi mereka menanggapi seperlunya dan terus saja bercerita hal2 yang hanya mereka yang tahu, plus dalam bahasa Sunda. Double Roaming!!

Aku tipe darah O, susah sekali menerima penolakan (alesan nih ye!), sejak itu aku lebih milih makan sendiri sambil mantengin tipi di kantin. Semakin kesini aku nge-blend lebih baik sih sama mereka, tapi tetap aku berusaha untuk nggak menetap di kelompok manapun.

 

Sebenarnya aku kurang suka aku yang begini, Mbek juga ngomong sih untuk membuka diriku. Dulu aku nggak begini, you can ask to my school friends, aku cukup rame dan berisik, hobbyku ngisengin orang. Tapi memasuki dunia kerja, somehow I’ve changed, aku mulai gerah sama kebasa/i-an (walaupun memang nggk semua begitu). Pas di Jepang, Akkyan (teman Okinawaku) pernah bilang kalo aku マイペース, waktu itu sih aku nggak yakin そうかな??!Tapi kesinian, yaa dia ada benarnya. But I try to open my self (again), membuka hubungan dengan beberapa tetangga dengan ikut kegiatan RT/RW (biasanya pulang kerja langsung berlindung di cangkang), etc. Yaaah mulanya pasti perlu basa/i, tapi aku harap dari sini bisa lahir persahabatan yang tulus seperti yang sampai saat ini aku jalin dengan teman2 SMA dan kuliahku (huhuhu, seandainya kita tinggal dalam satu komplek).

 

16
Des
09

Bayi Cerdas

 

Siapa sih yang nggak mau bayinya cerdas?? Cerdas itu spertinya ada dua faktor yah?!! emang dr sononya (gen) ato cerdas karena effort. Berhubung gen cerdas aku dan Mbek kayaknya tidak semenonjol gen ke-kece-an kami, sepertinya memang perlu effort utk membuat si kecil jadi cerdas nih. Baca2 beragam artikel, ternyata lumayan variatif cara menumbuhkan kecerdasan intelegensi sejak dini pada bayi, misalkan memperdengarkan musik klasik/murattal, mengkonsumsi makanan bergizi, mengerjakan soal matematika (ada artikel yg mengatakan Israeli doing this, itulah mengapa anak2 mereka pintar, g tau deh bener nggk-nya), menghapal Al-Quran, membacakan cerita atau tulisan ilmiah (biar bayi yg ngedengerin ikutan cerdas), and so on. Perkiraanku sih, kemungkinan saat kita melakukan aktivitas tsb di atas ada beberapa hormon yang bekerja, yang akhirnya tersalurkan kebaikannya ke si bayi, analisa asal sih, hehe.

 

Dulu saat sebelum hamil aku menggampangkan hal2 di atas, piece of cake lah, cincay.. pasti gw bisa maksimal. Tapi setelah ngejalanin, ternyata kok berat banget ya melawan kemalasan. Aduuuh, hamil kok malah jadi ogah2an ngapa2in, well at least aku nggak ogah beres2 rumah, which means bayiku insya Allah udh punya modal bakal pinter beberes (hahaha). Sekarang sih aku lagi mulai genjot buat tilawah lagi setelah beberapa minggu absen (sekali lagi krn kemalasan), seringnya sih nebeng si Mbek, jadi kalo Mbek tilawah aku duduk di sampingnya, setidaknya bisa denger Al-Quran dr suara Bapaknya, hihi.

 

Next step, makanan bergizi kali ya, secara saat ini aku hanya makan apa yang aku mau ajah bukan yang selayaknya dimakan, dan kebanyakan maunya adalah makanan2 tak bermutu macam pizza, kentang goreng, bakso, etc. Ini sulit juga sih, karena aku juga belum bisa mengatasi enegnya memasak, jadi aku akan menambah dgn konsumsi suplemen herbal seperti sarikurma, etc (sudah pesan di Ibu Lala). Selanjutnya, aku berencana membeli buku panduan psycho test (jgn ketawa!!! hahaha), well… aku nggak mau anakku lemah otak, apalagi jika harus failed test gara2 masih mengandalkan jari dalam berhitung di umur yang sudah perak ini.. Yaah itung2 latihan buat test penerimaan pegawai selanjutnya, hihi.

 

pic from here

09
Des
09

Cenut2

Kenapa akyu harus bernasib sama dengan sahabatku di seberang sana?? kena sariawan! aduuuh, tidak berhenti di sariawan saja, ternyata sakitnya entah bagaimana berpengaruh ke gusi geraham yang jadi ikutan sakit, nyeri2 nyeees, kalau minum air agak panas jadi linu2 asik gmn gituh (loh?!). Alhamdulillah aktivitas makan nggak terlalu terganggu, tapi cenut2nya itu cukup bikin pusing. Kenapa orang sakit di wilayah gigi jadi sensitif sama suara berisik ya??!

 

Btw, mau sharing hasil check up mgg kemarin. Alhamdulillah si kecil sehat, di usg kedua kalinya bentuk di kecil udah kelihatan. Walaupun panjangnya masih 6cm, tapi melihat tangannya di layar sudah bisa bergoyang2, just make me feel amaze. Kamu yang baik2 di dalam sana ya nak! Sepulang dari RS seperti biasa kami selalu meriah membicarakan tingkah dokter kami itu. Ibu dokternya kalem, sampai2 kami bingung harus mengeluarkan pertanyaan apa lagi untuk membuat dokter ini bersuara, hahaha. Yaah, mau bagaimana lagi RS itu lokasinya bagus dan tempatnya baru jadi masih bersih dan rapih, lagipula dia dokter wanita satu2nya di situ.

Kami belum bisa mengetahui kelamin si kecil. Aku nebaknya dia perempuan karena berbeda dgn mamaku yang jadi jorok saat mengandung anak laki2, hamil ini aku rajin mandi, sensitif sama yang jorok2, dan kulitku agak bersihan (kalo anaknya laki2 kan katanya kulit jadi item). Berbeda denganku  Mbek menebak bahwa si kecil laki2 tanpa memberi alasan panjang sepertiku, dia bilang feeling dia lebih kuat daripada deskripsi analisa panjangku, huuuu sotoy deh. Yah, apapun nantinya yang penting dia sehat, cerdas, dan shalih/ah. Amiin. Ide mengenai nama juga pernah muncul di pembicaraan kami, entah darimana idenya Mbek mau menamai si kecil dengan ‘Tenang’. Tenang? hmmm… any other options?? mungkin Mbek mau anaknya berkarakter tenang kali ya, nggak seperti mboknya yang emosional dan suka berubah2 moodnya, huuu nyindir niiih!!

03
Des
09

Desperately want to eat this

Ini bahaya, kenapa aku bilang bahaya, karena mengharapkan makanan ini bisa dibilang seperti pucuk merindukan bulan, seperti Ully merindukan kecantikan, which means almost impossible. Kenapa nggak mungkin? karena sepertinya ini makanan nggak ada di Indonesia, kecuali ada orang Jepang baik hati mau membuatkannya untuk seorang Ibu hamil manis nan kece. Terus kenapa? Nggak apa2 sih, palingan untuk beberapa waktu makanan2 itu akan menghantui mimpi2ku, alhasil bangun2 tuh bantal udah basah sama nces karena ngiler nggak kesampean (jorok ih). Hiks3 kasihan sekali diriku dan bayiku. Emang lagi pengen makan apa sih? Makan ini nih:

 

海老ドリア (Ebi Doria), gimana ya mendeskripsikannya.. hmm isinya penuh dengan krim, keju yang meleleh membalut udang2 yang akan menari2 di lidahmu, lebay tapi percaya deh. Ini nih top markotop!!

 

 

 

 

 

 

 

きのこ雑炊 (Kinoko Zousui), kalo ini sejenis bubur tapi lebih encer dari bubur Indonesia, isinya ada jamur, telur yang hampir berbentuk dadar, terus biar tambah mantab aku sering nambahin chilli dan keju tabur, yummy…

 

 

 

 

 

 jadi dulu pas masih di Yahata, sebuah kampung di Kyushu, kalau lagi nggak masak di asrama, aku pasti makan di ガスト (Gasto), sebuah restoran terletak di dekat kampus dan asrama. Berhubung nggak makan daging, pilihanku selalu jatuh ke dua menu ini, walaupun terdengar terpaksa (krn nggak ada pilihan lain) tapi jangan salah ini 2 menu rasanya enak!!

Udah ah, jadi sedih nih nggak bisa maem ini. Mudah2an someday bisa ke Jepang lagi. AMiiiiin. Atau ada orang berbaik hati mau mengirimkan dr Jepang? haha busuk kaleee

 

P:S pic from here and here

01
Des
09

Buta

Aneh

Bagaimana mungkin kita membenci seseorang namun sekaligus mencintainya

Sepertinya hanya cinta yang mampu membuat begini

Ya, dia telah jelas-jelas mengacaukanku




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.